1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Berstandar Internasional
DPRD Jabar menyadari bahwa daya saing global dimulai dari manusia yang kompeten. Oleh karena itu, aspirasi utama adalah mendorong kebijakan yang memperkuat vokasi, sertifikasi profesi, dan kursus bahasa asing bagi tenaga kerja muda. DPRD mengusulkan kemitraan dengan negara maju seperti Jerman dan Jepang untuk program magang dan transfer teknologi. Bidang-bidang prioritas meliputi manufaktur, teknologi informasi, dan perhotelan. Dengan SDM unggul, tenaga kerja Jabar tidak hanya siap bersaing di ASEAN, tetapi juga menjadi pilihan utama pasar global.
2. Digitalisasi UMKM untuk Menembus Pasar Ekspor
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi Jabar. DPRD mengusulkan kebijakan percepatan https://aspirasidprdjabar.comdigitalisasi melalui https://aspirasidprdjabar.com pelatihan e-commerce, pembayaran digital, dan logistik terintegrasi. Selain itu, DPRD mendorong pemerintah provinsi untuk memberikan subsidi ongkos kirim bagi produk UMKM yang berorientasi ekspor. Tersedianya sentra pengemasan berstandar global dan bantuan sertifikasi halal atau ISO juga menjadi tuntutan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor Jabar, terutama untuk produk unggulan seperti tekstil, makanan olahan, dan kerajinan tangan.
3. Infrastruktur Digital Merata hingga Pelosok
Kesenjangan akses internet antara kota dan desa menghambat daya saing global. DPRD Jabar mendorong pembangunan menara BTS dan jaringan fiber optik di seluruh kabupaten/kota, termasuk daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Aspirasi ini juga mencakup penyediaan ruang publik berinternet gratis dan pusat digital desa. Dengan konektivitas yang baik, pelaku usaha dan pelajar di pedesaan dapat mengakses pasar global serta sumber belajar internasional. Hal ini akan mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah sekaligus meningkatkan kontribusi Jabar dalam rantai pasok global.
4. Reformasi Regulasi untuk Kemudahan Investasi Asing
Untuk menarik investor global, DPRD Jabar mengusulkan penyederhanaan perizinan berbasis risiko dan sistem Online Single Submission (OSS) yang lebih cepat. DPRD juga mendorong kebijakan insentif pajak bagi perusahaan ekspor dan industri ramah lingkungan. Kawasan ekonomi khusus (KEK) di Jabar seperti Rebana dan Subang harus didukung dengan regulasi yang stabil dan transparan. Dengan kemudahan investasi, perusahaan multinasional akan memilih Jabar sebagai basis produksi sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu warga lokal.
5. Promosi Pariwisata dan Budaya di Panggung Internasional
Daya saing global juga diukur dari kemampuan mempromosikan kekayaan lokal. DPRD Jabar mengusulkan kebijakan yang mengintegrasikan destinasi wisata seperti Tangkuban Perahu, Pangandaran, dan Kawah Putih ke dalam jaringan pariwisata dunia. Selain itu, festival budaya seperti Seren Taun dan Jaipong harus didaftarkan sebagai agenda tahunan berskala internasional. DPRD mendorong anggaran untuk pembuatan konten promosi multibahasa dan kerjasama dengan maskapai penerbangan. Dengan pariwisata berkelas global, Jabar tidak hanya mendapatkan devisa tetapi juga membangun citra positif di mata dunia.